jump to navigation

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 February 2, 2009

Posted by bhanu in Lain-lain, Promo.
Tags:
6 comments

Setelah nulis artikel ini, mungkin pagerank web ini akan turun drastis karena terlalu banyak link keluar. Sebetulnya pengen nulis basa inggris tentang Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009, namun karena udah pagi dan mau ngantor maka ditunda dulu nulis Inggris yang perlu pikiran ekstra tersebut. Sebetulnya pak Bhanu sudah nulis tentang Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 di webnya. Namun karena perlu banyak dukungan, jadi saya tambahin artikel yang berkaitan dengan pemilu 2009.
Pembaca dari Indonesia pasti setuju dengan kampanye yang digagas sama mas wawan pogung ini. Ya.. kalo memang para pemimpinnya susah memberi contoh, maka tak ada salahnya blogger yang dianggap “musuh” pemerintah berusaha berbuat yang terbaik untuk negaranya dengan kemampuan dan cara masing-masing.
Yang terpenting, penyelenggaraan PEMILU Indonesia 2009 harus berlangsung sukses, terlepas halal haramnya GOLPUT. Jadi saya sangat mendukung kampanye damai ini.

Tugu Jogja September 5, 2008

Posted by bhanu in 3D, Graphics Design, Jogja, Promo.
Tags: , ,
5 comments
Tugu

Akhirnya… Selesai juga membuat 3D tugu Jogja.. awas masih ada cap nama saya!

Setelah berkolaborasi dengan menyuruh  siswa magang dari SMKN Wonosari 1 Wonosari.  Credit for them!  3D buatan saya agak kacau sih… and gak sempet ngurusi detailnya, terutama ukiran dan ornamennya. Foto model diambil oleh siswa magang dari SMK Muhamadiyah Magelang. Tentang Tulisan di Tugu akan saya bahas di lain posting.

Yang berminat silakan japri ke email saya… akan saya beri Gratis *.Jpg-nya… :) . File *.3ds-nya.. Gratis juga!

The History of BOROBUDUR September 3, 2008

Posted by bhanu in Kisah, Lain-lain, Promo, wisata.
4 comments

Ada link website baru neh…. apakabarjogja.com

Lumayan buat referensi berita Jogja

Borobudur attracted attention in 1885, when Yzerman, the Chairman of the Archaeological Society in Yogyakarta, made a discovery about the hidden foot.[42] Photographs that reveal reliefs on the hidden foot were made in 1890–1891.[53] The discovery led the Dutch East Indies government to take steps to safeguard the monument. In 1900, the government set up a commission consisting of three officials to assess the monument: Brandes, an art historian, Theodoor van Erp, a Dutch army engineer officer, and Van de Kamer, a construction engineer from the Department of Public Works. In 1902, the commission submitted a threefold plan of proposal to the government. First, the immediate dangers should be avoided by resetting the corners, removing stones that endangered the adjacent parts, strengthening the first balustrades and restoring several niches, archways, stupas and the main dome. Second, fencing off the courtyards, providing proper maintenance and improving drainage by restoring floors and spouts. Third, all loose stones should be removed, the monument cleared up to the first balustrades, disfigured stones removed and the main dome restored. The total cost was estimated at that time around 48,800 Dutch guilders. (more…)